Debat: Ali Sina vs. Orang Palestina tentang Israel 2

sumber: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/debat-ali-sina-vs-orang-palestina-tentang-israel-t38718/

(–> gunakan anonymox (https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/anonymox/?src=search) untuk membuka situs-situs yang diblokir.)

 

 

Jawabannya Raif perlu penjelasan yg rinci, jadi saya menjawabnya paragraf demi paragraf.

Anda sombong, islam tidak perlu anda utk mendukung keasliannya. Banyak orang masuk islam meski islam banyak dikutuk belakangan ini, itu adalah bukti dari kemurniannya dan – anda mengarang2 fakta belaka:

Hi Raef,

Trims atas jawabannya. Pertanyaannya bukan apakah islam perlu dukungan saya atau tidak. Tapi apakah jutaan orang percaya apa yg kita katakan bahwa Islam bukan agamanya Tuhan, tapi kultus yg keji dan bahaya. Sedangkan utk mereka yg masuk islam, menurut Radio Islam sendiri, empat dari lima orang yg masuk islam, telah keluar islam pada empat tahun pertama. [LIhat http://www.youtube.com/watch?gl=GB&feature=related&hl=en-GB&v=v8EC8-aVlrE]
Banyak dr mereka yang kemudian bergabung dg faithfreedom.org dan sekarang aktif sekali memperingatkan orang2 lain utk lari menjauh dari islam.

Kami tidaklah menipu, tapi sangat jujur. Kami percaya islam itu kebohongan. Saya bahkan menawarkan hadiah US$50.000 bagi siapa saja yg bisa membuktikan saya salah. Saya mempublikasikan debat saya dengan para muslim (kecuali mereka sudah mulai melakukan penghinaan belaka) agar seluruh dunia bisa melihatnya. Jadi tidak ada tuh keraguan tentang kejujuran kami.

Anda mungkin mengira kitalah yang tersesat, tapi anda tidak bisa bilang bahwa kami ini tidak jujur karena debat2 kami sangatlah terbuka.

Itu sebabnya kami mengundang para muslim utk membuktikan bahwa kami ini salah. Kita punya jutaan pengunjung dan kita telah melakukan pekerjaan yg fantastis dalam membuktikan pada dunia bahwa Muhammad itu tukang tipu-tipu dan sumber semua kejahatan didunia muslim.

Jangan bangga dulu. Kita telah banyak merusak islam. Muslim berhasrat sekali membunuh orang yg membuat kartun Muhammad. Tapi kenapa ketika kami mengundang mereka utk membuktikan kami ini salah mereka menghindar? Tidakkah kerusakan yang kita sebabkan jauh lebih besar karenanya? Tentu saja, bagi kalian membunuh orang sangatlah mudah, tapi menjawab tuduhan2 secara logika sangat sulit.

1. Orang palestina tidak pernah bilang mau mendorong orang2 israel kedalam laut (meski memang pernah dikatakan oleh beberapa muslim, tapi itu tidak mencerminkan apa yang semua orang2 Palestina indinkan). Malah orang yahudi yg mendorong orang palestina kegurun dan sampai sekarang juga demikian adanya. Mereka mendatangkan orang yahudi dari seluruh penjuru dunia dan mengklaim bahwa mereka sudah tinggal disana 2000 tahun lalu: saya jadi berpikir dimana orang2 palestina tinggal selama ini.

Saya senang bahwa tidak semua muslim ingin menenggelamkan orang yahudi kedalam laut. Tapi Ahmadinejad pernah bersumpah utk menuklir Israel, menghapus israel dari muka bumi ini.

Image
http://regimechangeiran.blogspot.com/2005/10/why-havent-we-seen-this.html
http://www.jtf.org/america/america.iranian.dictator.vows.to.destroy.america.htm

Dia juga membuat bom atom dan sekutunya, Hamas dan Hisbullah, yg bercokol dipinggiran negara israel, mendapat suplai misil oleh iran. Tidak diperlukan semua muslim utk memusnahkan satu bangsa. Cukup segelintir muslim nekad saja. Tidak semua orang Jerman mendukung Hitler, tapi tetap saja Hitler bisa membantai enam juta orang yahudi. Utk israel, ini adalah masalah hidup atau mati. Mereka tidak bisa pergi kemana-mana lagi. Palestina punya cukup banyak tanah utk membangun negara mereka dan hidup senang. Tapi bukan itu yg mereka inginkan, mereka ingin balas dendam dan siap membunuh diri utk itu. Banyak orang palestina lebih suka terbunuh dalam ledakan nuklir jika orang2 Yahudi juga sama2 terbunuh daripada hidup berdampingan dengan orang Yahudi dan berbagi tanah bersama Yahudi.

Rakyat Palestina bukannya tidak punya kampung halaman. Setelah 60 tahun merana, mereka bukan lagi pengungsi. Selama ini Israel membangun negara mereka dari nol. Harusnya Palestina bisa berbuat hal sama. Tapi pemimpin mereka yg mendapatkan uang dari Amerika cuma mengisi rekening bank mereka dan malah membiayai perang dengan Israel.

Yg jadi pertanyaan, jika bukan ditanah nenek moyang mereka, lalu kemana orang israel harus membangun negara mereka ? Kemana anda pikir mereka harus pergi? Apakah Antartika bisa memuaskan anda atau anda lebih suka mereka dikirim ke planet Mars?

Orang Yahudi punya hak sejarah atas Israel. Sejarah mereka sangat terperinci yang membuktikan bahwa tanah itu milik mereka selama hampir 3.500 tahun. Banyak kota2 kuno di Israel, seperti Jerusalem, Bethlehem dll yang masih memakai nama2 Ibrani. Malah kisah2 dalam Quran sendiri yang diceritakan si Muhammad tentang Musa dan orang Israel, memastikan bahwa orang Yahudi menyebut bagian tanah tsb sebagai kampung halaman, setidaknya 2.000 tahun sebelum nongolnya Islam.

Kenyataannya adalah bahwa Israel tidak pernah ditinggalkan orang Yahudi. Banyak dari mereka yang tinggal disana ribuan tahun lamanya, walau tanah mereka sering dibawah kekuasaan bangsa lain, seperti kekaisaran Romawi, Kalifah Islam dan kekaisaran Ottoman.

Malah sebenarnya orang Yahudi yg tinggal diluar Israel tidak berniat utk kembali ke Israel. Setelah negara2 mayoritas Kristen membuka diri bagi orang Yahudi dan orang2 Yahudi mulai membaur, para intelektual Yahudi di Jerman menyebut Jerman sebagai Sion Baru mereka.

Tapi, kebencian menyebar dihati banyak orang Eropa yang mendukung Hitler, untuk memusnahkan yahudi.

Setelah horor Holocaust diketahui banyak orang, jelaslah bahwa Yahudi harus punya negara sendiri. Bahkan Einstein, yang awalnya menolak ide negara Yahudi, jadi mendukungnya. Tempat paling jelas dan tepat tentu saja tanah nenek moyang mereka. Jika anda bilang ini mitos belaka, anda sama saja menyebut Muhammad pembohong. Orang Yahudi tidak
diberikan tanah Israel hanya karena Tuhan mereka menjanjikannya, tapi karena secara sejarah tanah itu memang milik mereka.

Saat ini, lebih dari setangah orang Yahudi yg tinggal di Israel adalah pengungsi dari Yaman, Irak, Iran dan negara2 islam lainnya. Muslim memperlakukan yahudi sebagai warga kelas dua, bahkan sekarang saja yahudi Eropa takut akan nyawa mereka. Kali ini musuh2 mereka adalah imigran2 muslim.

Saya tidak punya hubungan apa2 dengan orang Yahudi, kecuali beberapa teman yang sempat chatting dan email dg saya. Saya keturunan dari Muhammad lewat ibu saya. Tidak ada darah Yahudi dalam diri saya, sejauh saya tahu. Well, ini tidaklah sepenuhnya benar, karena banyak wanita yahudi yg diperbudak oleh pria muslim dan anak2 mereka disebut muslim juga. Sebelum Muhammad, yahudi menikah dengan orang2 Arab selama 2.000 tahun dan sepenuhnya jadi orang arab. So, sesungguhnya setiap orang arab mestilah punya darah yahudi, ini membuat kebencian mereka thd yahudi jadi ironis sekali.

Saya mengikuti Prinsip Emas. Ini adalah sesuatu yang tidak dikenal Muslim. Prinsip ini adalah, jangan perlakukan orang lain seperti kamu tidak ingin diperlakukan demikian.

Saya menempatkan diri saya sebagai mereka dan bertanya, bagaimana jika saya lahir sebagai mereka. Maukah saya diperlakukan demikian? Itu sebabnya saya mendukung orang Yahudi dan hak2 mereka atas tanah mereka.

Orang2 yahudi hidup dimana-mana dan selama ribuan tahun mereka pernah hidup sebagai warga kelas dua, ini mengajarkan mereka bahwa hidup itu keras. Mereka belajar jika mereka tidak berusaha keras maka mereka akan mati kelaparan. Orang masa lalu jauh lebih sadis dibanding masa sekarang. Setiap orang bertindak layaknya orang2 muslim dan kita tahu bagaimana minoritas diperlakukan di negara2 islam. Jadi orang2 Yahudi mengejar ilmu pengetahuan serta bisnis, dan berhasil. Meski banyak diskriminasi, karena keahlian mereka, mereka lebih baik dalam hal keuangan dibanding penghuni mayoritas lainnya. Tapi, sukses mereka juga ada kerugiannya. Sang Pecundang dalam hidup sering jadi cemburu dan membuat orang yahudi menjadi kambing hitam atas kegagalan dan penderitaan mereka. Mereka menyebarkan kebencian thdp orang yahudi, menceritakan kisah2 bahwa orang Yahudi ingin menguasai dunia, mereka mengarang dongeng2 tentang The Elders of Zion dan banyak kebohongan lain. Mengingat latar belakang ini, penting sekali bagi bangsa ini utk mempunyai tempat yg bisa disebut kampung halaman yang aman oleh mereka.

Anda bertanya tentang orang2 Palestina. Ini pertanyaan yg cukup adil. Tapi siapa sih orang Palestina itu? Palestina itu setengahnya orang Mesir dan setengahnya lagi orang Yordania. Mereka bukan penduduk satu tanah tertentu. Kebanyakan mereka adalah imigran. Palestina adalah sebuah wilayah bagian. Tidak pernah ada sebuah negara yang disebut Palestina yang seperti anda katakan tanahnya telah dicuri oleh Israel. Dan orang2 Palestina telah diberi cukup tanah utk membangun negara mereka dan hidup bahagia.

Jika orang Palestina tidak bisa toleransi thd orang yahudi, balik saja ketempat asal mereka. Pernah mereka balik ke kampung mereka di Yordania, tapi disana mereka malah berkomplot utk menggulingkan pemerintahan Raja Hussein, hingga sang Raja membantai ribuan dari mereka dan menendang mereka keluar dari negaranya. Orang2 Palestina tidak bisa hidup damai dengan siapapun, bahkan dengan orang sebangsa anda sekalipun. Anda adalah bangsa perang, atau lebih pasnya, bangsa biadab.

Jika orang2 Palestina menghentikan kekejian dan kekerasan serta kebencian mereka thd israel, mereka bisa tinggal di israel dan mendapat kewarganegaraan penuh. Jika mereka meninggalkan kekerasan, masalahnya akan terpecahkan. Tapi anda tidak ingin damai. Anwar Sadat yg malang dibunuh karena berdamai dg Israel. Banyak politisi Palestina yang mengajukan perdamaian dg Israel dibunuh ditempat mereka berbicara.

Perang di Timur Tengah bukanlah mengenai masalah tanah. Tapi mengenai kepercayaan/agama. Berakar dari Quran dan pernyataan Muhammad bahwa Muslim tidak boleh mengambil orang Yahudi dan Kristen sebagai teman dan penguasa.

3. Ali ‘Imran. Larangan mengambil orang Yahudi sebagai teman kepercayaan
118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu …
http://www.khabarislam.com/tafsir-al-qur%E2%80%99an-surat-ali-imran-ayat-118-jangan-mudah-percaya-dengan-orang-kafir.html

Beberapa tahun lalu saya bertemu orang Israel dan Palestina yang bersahabat satu sama lain, di Kanada. Satu hari secara becanda saya bilang, kalian sahabat yg aneh! Bukankah kalian harusnya bermusuhan? Mereka tertawa dan bilang “Kita tidak begitu relijius.” Saya pikir itulah jawaban yang paling benar. Ya, kebencian dan perang ini melulu tentang agama. Tentang dua Tuhan yang tidak bisa akur. Tuhan Bulan Hubal, Allah dari kaum Moabit dan Arab akan selalu berperang dengan Yahweh, Tuhannya orang Yahudi.

Sekarang, misal saja, semua orang yahudi masuk islam. Permusuhan akan hilang secepat kilat. Yahudi menjadi saudara
muslim dan semua orang akan hidup damai. SELESAI … Happy ending … Betulkah ?? Kita tahu bahwa Muslim paling bisa hidup “DAMAI” satu dg yg lain. Lihat saja contohnya dibawah ini !

http://www.youtube.com/watch?v=HiQAi-_53h8

Image
Orang Palestina membunuh orang Palestina

Image
Orang Palestina membunuh orang Palestina

Image
Orang Palestina membunuh orang Palestina

Image
Anak2 Palestina belajar menjadi Muslim yg baik

Okey, okey, mungkin dalam prakteknya tidak begitu, tapi setidaknya dalam teori para muslim adalah saudara. Meski jika mereka saling membunuh sekalipun, inipun oke oke saja. Tidak ada muslim yang pernah mengecam Saddam Hussein karena membantai ratusan ribu sesama muslim. Atau Raja Yordania, Hussein, yang membantai puluhan ribu orang Palestina. Ini cuma sekedar pertengkaran sesama keluarga belaka kok, tapi wwaaah —-jika muslim dibunuh oleh NON-muslim—-DUUAAaarrrrr …. seluruh dunia muslim akan bangkit dan menuntut balas dendam.

Solusi lain adalah jika orang Palestina saja yang keluar dari islam dan sekaligus keluar dari kebencian yg ditanamkan islam dalam hati mereka. Iniso pasti akan mengakhiri lingkaran kekerasan. Pastilah semua orang bisa hidup damai dan harmonis.

Tapi, terus gimana mengenai ‘jalan kebenaran’ ? Tidakkah setiap orang harusnya mengikuti jalan yg benar? Disinilah kita, FFI, masuk. Itu sebabnya kita mengundang setiap muslim utk ikut debat, bukan bisanya cuma mengancam, menghina dan melakukan kekerasan saja. Jika kebenaran ada dipihak kalian, tunjukkan agar seluruh dunia bisa melihatnya dan jawablah pertanyaan2 kami. Jika kebenaran tidak ada dipihak kalian, lalu apa perlunya bertahan dalam kepercayaan dan agama yang palsu, yg cuma bisa menghasilkan kebencian dan kekerasan melulu ?

#####

Keyword: ada apa dengan Gaza ?

TrackBack Identifier URI